SUARA MINANG - Hari ini: Rabu, 12 Februari 2020

Menu

Dugaan Penyelewengan Rastra Banjarsari Sampai ke Kuping DPRD

  Dibaca : 175 kali
Dugaan Penyelewengan Rastra Banjarsari Sampai ke Kuping DPRD

BEKASI, Suara Minang – Dugaan terjadinya penyelewengan beras sejahtera (rastra) di Desa Banjarsari Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi sampai ke telinga anggota DPRD Kabupaten Bekasi. Pihak-pihak yang diduga bermain memperjualbelikan rastra sepantasnya mendapat ganjaran yang setimpal.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi H Daris mengatakan, warga desa harus berani melaporkan jika masyarakat sudah tahu adanya dugaan penyelewengan rastra sebagaimana mencuat di tengah masyarakat Desa Banjarsari tersebut, agar kasus seperti itu bisa diselesaikan dan pelaku diberi hukuman yang setimpal.
“Jika memang ada temuan dugaan penyelewengan rastra (Banjarsari), laporkan ke Kejaksaan. Jangan didiamkan saja, ini bantuan terhadap rakyat yang kurang mampu, bukan untuk diperjualbelikan,” kata H Daris dalam pecakapan dengan tim Koran Suara Minang dan Bela Negara News di kantornya di Kawasan Delta Mas, Cikarang Kabupaten Bekasi, baru-baru ini.
Menurut H Daris penyalahgunaan wewenang sehingga terjadi penyelewengan rastra oleh oknum kades di Banjarsari tersebut termasuk perbuatan yang menyengsarakan rakyat. Sementara rastra tujuannya untuk membantu rakyat yang kurang mampu.
“Orang seperti ini (terduga penyelewengan) tidak bisa diampuni lagi mestinya mendapat hukuman, namun harus diakui mungkin bis terjadi kekeliruan tetapi orang itu (yang keliru) sebenarnya tidak jahat maka hal seperti ini harus pula diperhatikan,” kata H Daris.
Dari investigasi Koran Suara Minang dan Bela Negara News dI Desa Banjarsari Kecamatan Sukatani, warga Desa Banjarsari banyak mengeluhkan tidak mendapat jatah beras sejahtera (rastra) yang seharusnya dibagikan secara gratis.
Seorang dari warga Desa Banjarsari Sukandi mengungkapkan, dia tidak pernah menerima bantuan beras gratis rastra selama adanya rastra di desa tersebut. Padahal, dia adalah salah seorang warga yang berhak menerima rastra berhubung kondisi ekonominya, sehingga dia adalah salah seorang keluarga penerima manfaat (KPM).
“Selama ini saya tidak pernah menerima rastra, saya tidak tahu kenapa saya tidak dikasih rastra padahal orang lain yang rumahnya bagus malahan menerima rastra,” kata dia.
Disebutkan, setiap bulan sejak Agustus 2018 Desa Banjarsari menerima rastra sebanyak 1.050 karung dan per karung berisi sebanyak 10 kg. Sedangkan sepajang 2018 lalu rastra datang ke desa ini selama tiga bulan berturut-turut yakni Agustus, September dan Oktober, atau kata dia selama tiga bulan itu rastra 30.150 kg.
Berkembang isu di desa yang terdiri dari 3 dusun dan 11 kampung itu bahwa rastra dijual di antaranya kepada seseorang di Kampung Triti sebanyak 4,5 kwintal. Sementara sisa lainnya dijual kepada pedagang di pasar lain di Bekasi.
Mencuatnya dugaan penyelewengan rastra di Desa Banjarsari diawali adanya laporan dari Sanan, seorang mantan Kaur Desa yang mempunyai data mengenai rastra di desa tersebut. Dia melaporkan hak itu ke Kejaksaan Kabupaten Bekasi.
Namun, menurut warga data tersebut dibuat jadi “nyanyian’ oleh Sanan, sehingga dia diminta untuk mencabut berkas laporannya di Kejaksaan dan diberi dana sebesar Rp 70 juta yang digunakan, yakni sebanyak Rp 50 juta untuk mencabut berkas dan sisa Rp 20 juta buat operasional dirinya sendiri.
“Sanan melaporkan dugaan penyelewengan rastra ini pada bulan Oktober ke Kejaksaan Bekasi, tapi kemudian hilang begitu saja setelah Sanan dikasih uang Rp 70 juta itu, yang digunakan sebanyak Rp 50 juta untuk mencabut berkas laporan dan sisanya buat dia,” kata seorang warga Desa yang enggan disebut namanya.
Dalam penelurusan yang dilakukan ke kantor Desa Banjarsari, Kepala Desa Eri Ekadarmadi pada siang itu dikatakan stafnya sedang berada di luar. Dihubungi langsung ketika itu ke nomor telepon genggam yang diberikan stafnya, nomor tersebut tidak aktif. Berkali-kali kemudian dihubungi nomor Kades Eri juga tidak aktif.
“Nomornya hanya itu pak,” kata staf tersebut. tim

Editor:

Warning: array_merge(): Argument #2 is not an array in /home/suaramin/public_html/wp-content/themes/khobar/inc/theme-actions.php on line 357
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional