SUARA MINANG - Hari ini: Jum'at, 24 Januari 2020

Menu

Ucapan Orang Sakit Yang Tidak Ada Harapan Hidup Lagi

  Dibaca : 21 kali
Ucapan Orang Sakit Yang Tidak Ada Harapan Hidup Lagi
H. Yobana Samial, SH

H. Yobana Samial, SH

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
اَلسَّــلاَمُ عَـلَـيْـكُمْ وَرَحْـمَـةُ اللَّهِ وَبَـرَكَاتُـهُ

Masalah ajal (kematian) tidak memandang sehat atau sakitnya seseorang. Dan, setiap orang tidak tahu kapan dan dimana ia akan meninggal dunia. Namun, karena parahnya sakitnya seseorang, maka kita dapat memberikan penilaian (lahiriah), bahwa seseorang itu tidak ada harapan hidup (demikian yang bersangkutan dapat mengerti juga).

Nah, bagaimana sikap kita yang sakit ketika mengetahui, bahwa tidak ada harapan hidup lagi?. Tentu dalam keadaan TERJAGA, banyaklah mendekatkan diri kepada Allah dan UCAPKANLAH do’a permohonan ampunan dan rahmat kepada-Nya, sebagaimana riwayat dari Aisyah Ra ia berkata :

“Aku pernah mendengar Nabi SAW, ketika beliau menyandarkan dirinya kepadaku, mengucapkan do’a : “Ya Allah, ampunilah Aku, rahmatilah aku dan pertemukanlah Aku dengan Rafiqul A’laa (Allah).” (Muttafaq Alaih). Silakan lihat HR. Bukhari : 5674 & Muslim : 2444.

Kenapa harus memohon ampunan dan rahmat-Nya?. Karena seseorang itu tidak bisa selamat dari amal saja, tetapi dari juga dari rahmat Allah, sebagaimana Nabi SAW bersabda :

“Beramalah kalian, beramalah kalian, sesungguhnya salah seseorang dari kalian tidak akan bisa selamat hanya dengan amalnya.” Para sahabat bertanya:

“Demikian juga engkau, wahai Rasulullah?. Beliau bersabda: “Begitu juga aku, hanya saja Allah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepadaku.”

Bagaimana orang yang sakit parah dalam keadaan tidak terjaga?. Tentu, tidak bisa mengucapkan apa-apa, makanya orang-orang terdekatnyalah, seperti isteri/suami, anak-anak saudaranya, kerabat dan orang-orang yang mempunyai hubungan emosional dengan si sakit berzikir dan memohon doa kepada-Nya.

Intisarinya: Ketika kita sakit, apalagi mengetahui bahwa harapan hidup kecil, maka banyak-banyaklah berzikir dan berdo’a dalam setiap keadaan. Seyogyanya berzikir dan berdo’a dalam segala keadaan dan tidak harus menunggu sakit lebih dulu.

Sumber: Buku Riyadhus Shalihin & Penjelasannya, Karangan Imam An-Nawawi, halaman 589. Penerbit: Ummul Qura.

Editor:
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional