SUARA MINANG - Hari ini: Senin, 10 Februari 2020

Menu

Wagub Sumbar di Jayapura, Warganet: Korban Urang Awak Lebih Banyak Lagi

  Dibaca : 8 kali
Wagub Sumbar di Jayapura, Warganet: Korban Urang Awak Lebih Banyak Lagi
Kebakaran akibat kerusuhan di Wamena pada Senin (23/9) lalu (foto:ist)

JAKARTA, Suara Minang – Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit Sabtu sore, 16.32 tengah berada di Jayapura, Papua membicarakan masalah yang dihadapi bangsa khususnya korban kerusuhan di Wamena, Jayawijaya.

“Saya sudah di Jayapura sedang identifikasi masalah, belum bisa kasih keputusan/solusi. Kita harus hati-hati dalam bertindak. Saya masih perlu banyak info dan koordinasi dengan Pemda setempat,” ucap Nasrul Abit melalui pesan singkat whatsapp yang diterima Suara Minang di Jakarta, Sabtu sore (28/9/19).

Sementara warganet mempertanyakan, lambatnya respon para pimpinan bangsa terhadap peristiwa kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

“Kemana pemimpin negara ini saat terjadi kerusuhan di Wamena, Papua,” ungkap Anton Permana, Sabtu (28/9/19) melalui postingan di salah satu grup media sosial Minang.

Ia mengungkapkan, “Info dari Papua hari ini (Sabtu, kemarin) Ambo sudah dapat berkomunikasi langsung dengan warga awak di Wamena (yang bercakap dengan Wagub Pak Nasrul Abit di HP (telepon genggam) barusan. Namanya Kopral Totok. Anggota SubDenPOM TNI AD di Wamena,” ujarnya di medsos.

Ia membeberkan, “Informasi yang ambo (Anton Permana) dapatkan pagi ini pukul 09.45 WIB via HP sebagai berikut.” Pertama, Korban nyawa meninggal warga Minang di Wamena pagi ini tercatat sudah 28 orang. Dan, ratusan lagi luka-luka berat. Kena kampak, parang, tombak, dan dibakar.

Kedua, Pengungsi warga Minang di Wamena diperkirakan 200-300 orang yang sekarang tersebar berlindung di Mapolres, Kodim, Koramil, Polsek setempat.

Tiga, Kondisi warga Minang disana sangat memprihatinkan. Karena ruko, kios, rumah mereka hampir semua hangus dibakar massa. Sekarang untuk makanpun sudah susah karena sembako langka dan terbatas.

Empat, Yang lebih memprihatinkan lagi adalah kondisi anak-anak, perempuan dan ada juga orang tua. Karena sdh ada yg mulai sakit sakitan. Belum lagi yg terluka karena penganiayaan massa yg brutal.

Lima, Informasi intel lapangan yang perlu juga di disikapi adalah, didapat informasi pada tanggal 27-28 September ini, masyarakat di Pegunungan Wamena akan turun gunung dan akan melakukan penyerangan besar besaran terhadap orang non-Papua. Dan, diperkirakan orang pegunungan ini membawa senjata api. Berupa 5 arsenal, senapan serbu AK 47, M 16, dan SS 1 hasil rampasan dari TNI-Polri.

Eman, Warga minang dan masyarakat non-papua pasrah. Sekarang mereka berpikir bagaimana menyelamatkan anak/anak dan wanita, dan selanjutnya mereka bersiap membela diri sampai titik darah penghabisan.

Tujuh, Wakapolda sekarang sudah berada di Wamena. Dan, siang ini Pangdam juga mengunjungi Wamena.

Delapan, Harapan warga Minang di Wamena hanya bagaimana mereka dapat keluar dan mengungsi keluar dari Papua. Minimal ke kota terdekat yang aman seperti Makasar, Ambon, dan selanjutnya baru bisa berpikir untuk pulang kampung.

Sembilan, Kondisi warga Minang di Wamena sekarang juga kehabisan dana dan logistik makanan. Dan kesepuluh. Butuh langkah konkrit dari pemerintah, perantau Minang dimanapun berada.

“Bagaimana bisa membantu dunsanak kita di Wamena. Aparat personil setempat sangat terbatas jumlahnya. Semoga informasi ini dapat berguna dan menggugah hati nurani kita terhadap dunsanak kita di Wamena,” kata Anton Permana. inyiak 

Editor:
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional