Hari Ini Wagub Sumbar Kembali ke Padang, Jumlah Korban Urang Awak di Wamena Belum Valid

JAKARTA, Suara Minang – Hari ini Wakil Gubernur Sumatera Barat H Nasrul Abit kembali ke Padang setelah melakukan kunjungan, mengadakan sejumlah pertemuan baik dengan urang awak maupun pemerintahan setempat di Papua. Untuk saat ini ada beberapa opsi bagi perantau awak, diantaranya bertahan dan tetap di Wamena. Sedangkan angka urang awak yang menjadi korban kerusuhan di Wamena masih berubah-ubah dan belum valid.

Dalam perjalannya dari Papua ke Padang, di sela waktu transit di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Wagub sempat melayangkan pesan whatsapp tentang korban urang awak yang angkanya masih belum tetap atau berubah-ubah, belum valid.

“Jam dua siang ini insya Allah di Padang, angko warga Minang di Wamena masih berubah-ubah. Hari ini diverifikasi ulang, mudah-mudahan valid,” kata Wagub Nasrul Abit saat transit di Bandara Soeta, Cengkareng, Jakarta, Senin siang (30/9/10) pukul 11.17 WIB.

Wagub Nasrul Abit ke Papua Bersama rombongan pada 28-29 September 2019 sebagaimana dilaporkan melalui grup wahatsapp Minang oleh Ketua DPW IKM Papua Zulhendri Sikumbang terdiri dari,  Karo Bintal dan Kesra Saifullah, Kabag Rantau Biro Kerjasama Pembangunan dan Rantau Hilma, Wakil Ketua Pendistribusian dan Pemberdayaan Baznas Sumbar Safrudin Halimy, Kasi Humas Ptotokol dan Pelayanan Badan Penghubung H Erwin Saragosa dan Staf Badan Penghubung Jaka Erlando.

Sebelumnya, Ketua Harian DPP IKM (Ikatan Keluarga Minang) Andre Rosiade mengatakan, pihaknya masih menggunakan angka yang resmi sebelumnya, yakni korban meninggal urang awak akibat kerusuhan di Wamena sebanyak sembilan orang (sudah dimakamkan di daerahnya).

“Sesuai data korban urang awak sembilan orang, ini angka tertulis, resmi dari IKM (sampai saat ini),” kata Andre Rosiade.

Data dari IKM di Papua kata dia, cukup dapat dipercaya atau valid. Data itu juga meliputi rumah dan toko yang terbakar.

“Data itu lengkap, rumah, tokoh dan usaha serta lainnya ada. Tunggu saja akan diposting di grup whatsapp Minang,” ujarnya. (Inyiak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *