Ini Khas Piaman, Adu Cepat Monyet Memetik Buah Kelapa

PIAMAN, Suara Minang – Ini benar-benar khas Piaman (Padang Pariaman dan Kota Pariaman) sebagai daerah yang sejak dahulu dikenal sebagai penghasil kopra terbesar di Sumatera Barat. Apalagi kalau bukan lomba adu cepat monyet atau baruak dalam memetik buah kepada dari tandannya di puncak pohon kelapa (baruak bapacu capek maambiak karambie dari tandan-e).

Lomba khas Piaman ini dilaksanakan di Nagari Sintuak Kecamatan Sintuak Toboh Gadang (Sintoga), dekat Kecamatan Nan Sabarih dan Lubuk Aluang, Kabupaten Padang Pariaman selama sepekan dimulai kemarin (Senin, 14/10/19) hingga pekan depan Senin (21/10/19).

Dari komunikasi singkat whatsapp, Suara Minang dengan salah salah seorang tokoh masyarakat Piaman yang juga anggota Polri, Kompol Maymuspi, SE. MM, pagi ini Selasa (15/10/19), lomba khas Piaman ini dibuka oleh Kapolsek Sintoga AKP Edi Karan Priyanto SH MH dihadiri tokoh masyarakat seperti hingga warga yang antuis menyaksikan monyet adu cepat yang dengan tangkas memetik buah kelapa.

“Lomba adu cepat baruak memetik buah kelapa ini baru pertama kali diadakan di Piaman yang sejak dahulu memang dikenal sebagai daerah penghasil kelapa dan kopra tersebesar di Provinsi Sumbar. Kita berharap lomba ini selain melihat bagaimana saling seirama antara tuan dan monyetnya dalam memetik buah kelapa sehingga cepat memetik buah kelapa, juga sebagai ajang silaturahmi di tengah masyarakat tiada lain sangat penting dalam menjaga persatuan kita,” kata Maymuspi yang juga Panungkek Datuak Maruhun Basa yang memberikan sambutan wakili Polda Sumbar pada acara tersebut.

Sedikit dijelaskan Epi Karuik berdasarkan perbincangannya dengan warga yang memelihara monyet, kepatuhan monyet terhadap tuannya akan sangat menentukan keberhasilan monyet memetik buah kelapa.

“Kepatuhan baruak itulah yang ikut menentukan kecepatan monyet memetik buah kelapa sehingga kelapa yang bagus untuk keperluan masakan baik untuk sayur, randang dan lainnya itulah yang akan dijatuhkannya. Sedangkan kelapa yang masih muda tidak akan dipetiknya. Inilah kelebihan baruak di Piaman, hewan yang ahli memetik buah kelapa karena diajarkan tuannya,” beber Maymuspi, yang akan memasuki masa pensiun dari Polda Sumbar pada April 2020 nanti dan dipenghujung kariernya itu diminta masyarakat untuk menjadi Bupati Piaman.

Dia berharap dengan lomba tangkas baruak memetik buah kelapa ini bisa mendorong pariwisata Piaman, yang sekarang meliputi Padang Pariaman dan Kota Pariaman. “Masyarakat berharap lomba ini (adu tangkas monyet memetik buah kelapa) dapat mendunia, menarik bagi wisatawan baik domestik dan internasional atau mancanegara,” ucap Epi Karuik.

Lomba ini sendiri dilaksanakan atas dorongan masyarakat terhadap pemerintah setempat, walikorong, walinagari (Anasril Nazar) sehingga terbentuk kepanitian dengan Ketua Panitia Pelaksana Desrial dan lomba akan ditutup rencananya oleh Kapolda Sumbar Irjel Pol. Drs. H. Fakhrizal SH Mhum.

“Lomba ini juga bagian dari upaya untuk mengembangkan seni budaya Piaman. Seingat saya, lomba adu cepat baruak memetik kelapa ini satu-satunya kegiatan khas daerah di Indonesia. Rencananya akan rutin setiap tahun dan mudah-mudahan bisa menjadi tontotan menarik bagi pemirsa televisi di seluruh Indonesia bahkan dunia,” jelas Epi Karuik, yang lengkapnya Kompol Maymuspi, SE.MM Panungkek Datuak Maruhun Basa.

Seperti diharapkan juga, tambah Epi Karuik,dampak positif bagi pariwisata daerah dari Lomba Baruak Panjek Karambie ini akan menambah pendapatan daerah.

“Jadi, lingkungan terjaga dan income daerah pun bisa bertambah karena usaha masyarakat seperti panggaleh makanan, dan usaha-usaha lain akan meningkat,” kata Epi Karuik. (Inyiak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *