SUARA MINANG - Hari ini: Senin, 17 Februari 2020

Menu

Gotong Royong dan Budaya Malu Buang Sampah di Danau Singkarak

  Dibaca : 14 kali
Gotong Royong dan Budaya Malu Buang Sampah di Danau Singkarak
Wagub Sumbar Nasrul Abit berbicara mengenai mengembalikan budaya malu di Danau Singkarak. (Foto:Ist)

PADANG, Suara Minang – Menggerakkan tradisi gotong royong dan mengembalikan budaya malu membuang sampah sembarang tempat termasuk ke danau harus dihidupkan kembali untuk mencegah polusi plastik yang mulai mencemari lingkungan di kawasan Danau Singkarak, Solok, Sumatera Barat.

“Kalau sudah malu buang sampah sembarangan, polusi ini otomatis bisa dikurangi,” kata Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit di Solok, Jumat kepada Antaranews.

Gerakan gotong royong itu, ujarnya hanya sebagai pemicu dalam mengembalikan rasa malu jika tidak menjaga kebersihan.

“Gerakan ini hanya sebuah pemantik. Untuk membudayakan malu itu digagas gerakan gotong royong membersihkan selingkar Danau Singkarak,” ujarnya.

Sayangnya, kata Nasrul, budaya malu itu sekarang sudah terkikis. Tua-muda, laki-laki perempuan seperti tidak merasa bersalah membuang sampah sembarangan. Akibatnya lingkungan menjadi tercemar. Limbah plastik yang dibuang butuh waktu ratusan tahun untuk bisa terurai. Jika masuk ke perairan seperti danau atau laut, akan berpengaruh buruk terhadap ekosistem.

Padahal, tambahnya ada ribuan masyarakat di sekeliling Danau Singkarak yang menggantungkan hidup menjadi nelayan ikan endemik dan bilih. Ia pun ikut mengumpulkan sampah plastik dari pinggiran Danau Singkarak, mendatangi masyarakat yang membuka usaha warung di sekitar danau. Juga, meminta kesediaan mereka untuk ikut melarang jika ada yang membuang sampah ke dalam danau.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar Siti Aisyah menyebut untuk mengelola kawasan sekitar danau, telah dibentuk Badan Pengelolaan Kawasan Danau Singkarak (BPKDS) yang terdiri dari masyarakat sekitar.

“Mereka telah membuat program dan rencana kerja, salah satunya untuk mengantisipasi pencemaran akibat sampah melalui bank sampah,” ujarnya.

Pemerintah mendukung program-program pelestarian lingkungan itu dengan memberi jalan membuka jejaring dengan perusahaan yang ada di provinsi itu.

“Melalui dana CSR, perusahaan bisa membantu program pelestarian lingkungan hidup itu,” kata Siti Aisyah. (ida)

Editor:
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional