SUARA MINANG - Hari ini: Selasa, 7 Juli 2020

Menu

Hari Ini “Diambil” Tiga Anak Urang Awak dari Yayasan Kristen di Depok

  Dibaca : 21 kali
Hari Ini “Diambil” Tiga Anak Urang Awak dari Yayasan Kristen di Depok
Tim Mediasi urang awak di Yayasan Kristen di Depok, yang cukup koperatif akan mengembalikan tiga anak urang awak dari yayasan tersebut. (Foto:Ist)

JAKARTA, Suara Minang – Tiga anak urang awak yang berada di sebuah Yayasan Kristen di Depok, Jawa Barat hari ini akan ‘diambil’ dan akan diasuh oleh urang awak di rantau atau Ranah Minang.

“Sebelum kami datang, Minang Perantauan Depok sudah melobi Yayasan tersebut dan Insya Allah besok (hari ini) diambil (untuk dibawa dan kemungkinan akan ada pengasuhnya dari urang awak),” kata Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pelajar Sungai Limau (IKAPS) Jayanis yang datang ke Yayasan tersebut, Sabtu (30/11/19) sore.

Jayanis mengatakan, dari tiga anak tersebut hanya dua orang anak perempuan berada di yayasan tersebut. Seorang, anak lelaki sudah bersama ibunya kini menginap di sebuah hotel atas inisiatif  urang awak di Depok. Tiga anak dari ibunya asal Sungai Sirah, Kecamatan Sungai Limau Padang Pariaman informasinya berkembang di berbagai grup media sosial (medsos) masyarakat Minang. Banyak pihak belum mengetahui persisnya cerita bagaimana kejadian sesungguhnya anak tersebut diasuh oleh Yayasan Kristen di Depok. Belum ada informasi yang utuh di medsos.

Sementara ini, diinfomasikan bahwa anak tersebut berasal dari perkawinan urang awak dengan lelaki Papua yang beragama Kristen. Dari perkawinan itu lahir tiga anak dan perempuan urang awak tersebut berpindah agama ke Kristen alias murtad. Diketahui pula, suaminya itu seorang pelaut dan memberinya empat orang anak.

Peristiswa tragis dialami urang awak yang terlanjut murtad tersebut, karena sejak 2014 suaminya itu meninggalkannya. Akibatnya, urang awak tersebut menjadi terlantar dan tidak mempunyai biaya untuk menghidupi diri dan anak-anaknya. Anak-anak tersebut dititipkan di dua Yayasan Kristen di Depok. Seorang diantaranya, lelaki yang bersama ibunya di hotel itu, sebelumnya melarikan diri dari yayasan dan ditemukan urang awak di Pasar Pal, Depok. Sementara, urang awak itu (ibunya) pulang Kampung tapi tidak diterima keluarganya di kampuang karena dia murtad.

Jayanis mengabarkan, saat dilihat Sabtu sore itu, dua anak perempuan tengah dibawa keluar oleh pengurus Yayasan. “Kita menunggu mereka kembali dan yayasan tersebut cukup koperatif,” kata dia.

Jayanis mengatakan, diperlukan biaya agar anak-anak tersebut bisa dibawa kepada pihak yang mau mengasuh dari masyarakat Minang yang ada di rantau atau di Ranah Minang.

Diantara informasi yang berkembang menyebutkan juga menyebutkan, anak tersebut akan diambil oleh pihak yang bersedia mengasuh, antara lain Gamawan Fauzi, mantan Mendagri era Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan akan diasuh di pesantrennya di Padang.

Terkait biaya yang diperlukan untuk anak-anak tersebut dalam upaya mengembilnya dari Yayasan Kristen tersebut, sudah terkumpul dana di IKM dan sudah pula dilakukan “badoncek” di DPP KPDP dan akan diserahkan kepada pihak yang mengurusnya.

Dari informasi di grup medsos diketahui bahwa DPP PKDP bandoncek mengumpulkan biaya melalui “Donasi untuk  keluarga Niko.” Dana itu akan digunakan untuk  biaya hidup/pekerjaan dari ibunya Niko, sekolah/pesantren untuk Niko dan kakaknya, pengambilan kakak dan adik Niko dari Yayasan Kristen, biaya kompensasi penitipan di yayasan tersebut dan biaya bagi pendampingan dari lawyer pendamping, serta biaya lain yang kemungkinan diperlukan.(irat)

Editor:
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional