Bersegera dan Berlambat dalam Ketaatan

Tausiyah Singkat Lima Menit (TASLIM)

Oleh: Yobana Samial
(Lembaga Surau Indonesia)

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
اَلسَّــلاَمُ عَـلَـيْـكُمْ وَرَحْـمَـةُ اللَّهِ وَبَـرَكَاتُـهُ

Dari Abu Said Ra, bahwasanya Rasulullah Saw pernah melihat ada sahabat yang berlambat, maka beliau bersabda kepada para sahabat: “Maju dan ikutilah aku, dan hendaklah generasi setelah kalian mengikuti kalian. Tidaklah suatu kaum berlambat-lambat, melainkan Allah juga mengakhirkan mereka.” (HR. Muslim:438).

Hadits diatas memberi motivasi kepada kita, agar:
— Berlomba-lomba kepada keta’atan dan berlomba-lomba untuk mendapatkan derajad yang mulia dalam berbagai kebaikan dan akhlak.
— Mencegah kita dari kecondongan kepada kemewahan dan berlambat-lambat dalam mengerjakan keta’atan.

Dikaitkan dengan shalat (bagi laki-laki), maka orang-orang yang bersegera mendapatkan shaf pertama dan azan di mesjid adalah orang yang berlomba-lomba kepada keta’atan dan mendapatkan derajad mulia (pahala agung). Tentu, bagi perempuan adalah yang bersegera shalat di rumahnya ketika waktu shalat telah masuk.

Sebaliknya, yang tidak mendapatkan azan dan shaf pertama adalah orang-orang yang berlambat-lambat dalam mengerjakan keta’atan, sehingga diakhirkan pula oleh Allah. Tentu, bagi perempuan adalah yang berlambat-lambat shalat di rumahnya sedangkan waktu shalat telah masuk.

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat, aamiin.
(Sumber: Buku Riyadhus Shalihin & Penjelasannya, Karangan Imam An-Nawawi, hal: 679, Penerbit: Ummul Qura).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *