Syaf yang Lurus Bagian dari Kesempurnaan Shalat

Tausiyah Singkat Lima Menit (TASLIM)

Oleh: Yobana Samial
(Lembaga Surau Indonesia)

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
اَلسَّــلاَمُ عَـلَـيْـكُمْ وَرَحْـمَـةُ اللَّهِ وَبَـرَكَاتُـهُ

Dari Anas Ra, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Luruskanlah shaf kalian, karena lurusnya shaf adalah bagian dari kesempurnaan shalat.” (Muttafaq Alaih).

Hadits diatas menunjukkan bahwa wajib meluruskan shaf shalat. Maka, setiap orang shalat berjama’ah memperhatikan kiri dan kanan, apakah syafnya sudah lurus atau belum. Ujung karpet shalat bagian belakang dapat dijadikan pedoman, yaitu dengan meletakkan tumit pada ujung karpet itu. Malahan, mesjid yang tidak menggunakan karpet (lantainya ubin) memberi tanda dengan garis warna.

Kadang kala, diantaranya jama’ah shalat tidak memperhatikan hal itu, walaupun ada aba-aba dari imam untuk meluruskan shaf shalat. Bukankah imam untuk diikuti? Al Bukhari menyebutkannya dalam bab meluruskan shaf termasuk kesempurnaan shalat: “Abu Hurairah meriwayatkan: “Dijadikannya imam adalah untuk diikuti, maka janganlah kalian menyelisihnya. Dan, luruskanlah shaf karena shaf yang lurus merupakan bagian dari kesempurnaan shalat.” Kemudian Al Bukhari menyebutkan hadits Anas.

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat, aamiin.
(Sumber: Buku Riyadhus Shalihin & Penjelasannya, Karangan Imam An-Nawawi, hal: 679-670, Penerbit: Ummul Qura).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *