Shalat Sunat Rawatib

Tausiyah Singkat Lima Menit (TASLIM)

Oleh: Yobana Samial
(Lembaga Surau Indonesia)

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
اَلسَّــلاَمُ عَـلَـيْـكُمْ وَرَحْـمَـةُ اللَّهِ وَبَـرَكَاتُـهُ

Dari Ummul Mu’minin, Ummu Habibah Ramlah binti Abi Sufyan Ra, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Tidaklah seorang muslim mendirikan shalat sunah ikhlas karena Allah sebanyak dua belas raka’at selain shalat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga atau dengan redaksi lain – melainkan akan dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR Muslim: 728).

Hadits ini menjelaskan anjuran melaksanakan shalat sunah dan menekuni bilangan raka’at yang telah disebutkan setiap harinya. Shalat sunah yang dimaksud, sebagaimana dari Ibnu Umar Ra, ia berkata: “Aku pernah shalat bersama Rasulullah Saw dua raka’at sebelum shalat Zuhur, dua raka’at sesudah shalat Zuhur, dua raka’at sesudah shalat Jum’at, dua raka’at sesudah shalat Maghrib, dan dua raka’at sesudah shalat Isya’. (Muttafaq “Alaih).

Bilangan raka’at dalam hadits di atas berjumlah sepuluh. Menjadi dua belas raka’at dengan dua raka’at shalat sunah fajar (dua sebelum shalat Shubuh). Hadits ini tidak menyebutkan dua raka’at fajar, karena telah disebutkan pada hadits shahih lainnya.

Bagaimana dengan shalat sunah dua raka’at sebelum shalat Asyar, Maghrib, Isya dan malahan dua raka’at sebelum shalat Jum’at? Memang kita menemui ummat melakukannya, tetapi berdasarkan referensi buku ini, itu bukanlah dalam rangka shalat sunah rawatip tetapi shalat sunah lainnya, seperti tahyatul mesjid, wudhu’ dan lainnya. Seandainya, ada yang menyebutkan itu adalah shalat sunah rawatip, berarti ada pemahaman lain (mungkin ada dalilnya).

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat, aamiin.
(Sumber: Buku Riyadhus Shalihin & Penjelasannya, Karangan Imam An-Nawawi, hal: 680-681, Penerbit : Ummul Qura).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *