SUARA MINANG - Hari ini: Selasa, 7 April 2020

Menu

Shalat Sunat antara Azan dan Iqamat

  Dibaca : 5 kali
Shalat Sunat antara Azan dan Iqamat

Tausiyah Singkat Lima Menit (TASLIM)

Oleh: Yobana Samial
(Lembaga Surau Indonesia)

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
اَلسَّــلاَمُ عَـلَـيْـكُمْ وَرَحْـمَـةُ اللَّهِ وَبَـرَكَاتُـهُ

Seorang muslim sangat dianjurkan mendirikan shalat sunah rawatib sebanyak dua belas raka’at (sunah mu’akadah). Shalat sunah yang dimaksud, sebagaimana dari Ibnu Umar Ra, ia berkata: “Aku pernah shalat bersama Rasulullah Saw dua raka’at sebelum shalat Zuhur, dua raka’at sesudah shalat Zuhur, dua raka’at sesudah shalat Jum’at, dua raka’at sesudah shalat Maghrib, dan dua raka’at sesudah shalat Isya’. (Muttafaq “Alaih).

Bilangan raka’at dalam hadits di atas berjumlah sepuluh. Menjadi dua belas raka’at dengan dua raka’at shalat sunah fajar. Hadits ini tidak menyebutkan dua raka’at fajar, karena telah disebutkan pada hadits shahih lainnya.

Bagaimana dengan shalat sunah dua raka’at sebelum shalat Asyar, Maghrib, Isya dan malahan dua raka’at sebelum shalat Jum’at? Pada tulisan sebelumnya penulis menyebutkan: “Bahwa memang kita menemui umat melakukannya, tetapi berdasarkan referensi buku ini, hal itu bukan lah dalam rangka shalat sunah rawatib tetapi shalat sunah lainnya, seperti tahiyatul mesjid, wudhu’ dan lainnya. Seandainya, ada yang menyebutkan itu shalat sunah rawatib, berarti ada pemahaman lain (ada dalilnya).”

Maka, melalui TASLIM ini disampaikan dengan buku referensi yang sama (lihat halaman 684-685) ditemui dalil untuk melakukannya. Namun tidak terlalu dianjurkan, sebagaimana dari Abdullah bin Mughaffal Ra, ia berkata: “Rasulullah Saw bersabda:

“Antara dua azan ada shalat (sunah). Antara dua azan ada shalat (sunah). Antara dua azan ada shalat (sunah).” Pada ucapan ketiga kalinya beliau menambahkan: “Bagi yang mau.”
(Muttafaq Alaih).

Dua azan, maksudnya azan dan iqamah.

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat, aamiin.
(Sumber: Buku Riyadhus Shalihin & Penjelasannya, Karangan Imam An-Nawawi, hal: 684-685, Penerbit: Ummul Qura).

Editor:
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional