Peresmian Terapi Al-Qur’an dan Pojok Literasi Rumah Tahfizh Tetap Dilaksanakan 28 Maret

 

PIAMAN, Suara Minang – Rencana peresmian Terapi Al Quran dan Pojok Literasi Rumah  Tahfizh Al Qur’an Sei Limau Padang Pariaman pada 28 Maret 2020 yang akan dihadari isteri Gubernur Sumbar tetap dilaksanakan dalam koridor keterbatasan mengikuti aturan-aturan terkait penyakit menular Corona Virus atau Covid-19 yang menjadi pandemi dunia.

Rumah Tahfizh Al-Ma’arij Sungai Limau (Sei Limau) Padang Pariaman yang fokus untuk melahirkan dan kaderisasi ulama, khatib serta imam di tengah masyarakat mengagendakan program Terapi Al-Qur’an setiap bulan pada minggu keempat dan Pojok Literasi di rumah tahfizh tersebut.

“Dalam rencana penyelanggaraan Terapi Al-Qur’an itu tetap dilaksanakan mengikuti aturan-aturan yang diberlakukan untuk memutus rantai penyebaran Virus Corona. Hal itu mengingat waktunya yang sudah ditetapkan dan tidak ada kepastian berakhirnya masa penularan virus ini. Memang, Ibu Nevi Irwan Prayitno sudah menyatakan tidak bisa hadir, mungkin undangan lain yang sudah tahu belum tahu tergantung pemahaman masing-masing saja. Kita tidak membatalkan tetapi menyesuaikan dalam penyelenggaraannya,” kata Pimpinan Rumah Tahfizh Al-Qur’an Mesjid Sabulussalam Sungai Limau H Amir Azli kepada Koran Suara Minang, Jakarta, Selasa pagi (24/3/20).

Peresmian Terapi Al Quran dan Tazkiyah Nafs itu, ujarnya dijadwalkan pada Ahad 29 Maret 2020 namun dimajukan menjadi Sabtu (28/3) dimulai 08.30 dan akan dihadiri oleh isteri Gubernur Sumbar, Hj Nevi Zuairini, angota DPR RI Endarmy, dan Ketua BKMT Padang Pariaman.

Terapi Al-Qur’an akan dipimpin oleh Ustadz Mohammad Ali direncanakan berlangsung setiap bulan pd minggu keempat pada Sabtu atau Minggu pukul 08.00 sampai 16.00 WIB.

“Terapi Al-Qur’an ini juga bisa dilaksanakan berdasarkan permintaan dari masyarakat di mana saja, jadi tidak hanya di tempat atau Rumah Tahfizh Sungai Limau. Pernah dilakukan di Jakarta bertepatan Ustadz Mohammad Ali MPd ke Jakarta,” ujarnya.

Sementara untuk program baca atau Pojok Literasi untuk membantu dan membimbing anak dalam program membaca dan lebih khusus membaca Al-Qur’an. “Pojok dan Taman Baca Al Quran dan Ilmu Kajian Islam Pusdiklat Rumah Tahfizh Al Ma’arij ukuran 5 x 6 meter membutuhkan meja baca, kursi, almari buku dan kipas angin seta meja biro. Sementara ini, ada sumbangan tafsir Ibuni Karsir untuk pusdiklat Rumah Tahfizh Al Maarij,” ujarnya.

Amir Azli yang pensiunan ASN di Pariaman tetap berharap bantuan dari berbagai pihak termasuk perantau di seluruh Indonesia untuk kegiatan Rumah Tahfiz Al-Quran. Diakui, program ini sudah mulai mendapat bantuan dari sejumlah pihak.

“Donatur pernah dari Selangor, dari Kerajaan Malaysia melalui dunsanak yang sering bepergian ke Malaysia, termasuk dari Ikatan Keluarga Sikumbang Malaysia yang ketuanya  Hendrik Bainur, dan penggerak untuk tahfizh oleh Nasril bin Guspani. Alhamdulillah sudah ada bantuan itu,” jelas Amir Azli.

Dia juga mengatakan, banyak kegiatan dilakukan dan sedang dalam pesiapan namun ada yang difokuskan. “Kita fokus membentuk kader ulama, khatib dan imam yang hafizh yang hafal Al Qur’an dengan tajwid yang baik,” ucap Amir.

Sejumlah informasi dari Tahfiz l-Ma’arij disampaikan Amir Azli, terkait rancangan kerjasama antara Pusdiklat Rumah Tahfizh Al-Maarij Sungai Limau dengan Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan, meliputi penerapan sepenuhnya kurikulum, metode belajar dan sistem pendidikan dari Pesantren Nurul Yaqin, guru dan siswa direkrut oleh Pesantren Nurul Yaqin, belajar dimulai bulan Juli 2020 untuk tingkat MTs, menerapkan program Tahfizh Qur’an dan IT Terapan sebagai ekstra kurikuler, mendiskusikan hasil rencana ini antara Yayasan Al-Maarij dan Yayasan Nurul Yaqin untuk membuat perjanjian kerjasama (MoU) dan berbagai hal teknis antara keduanya.

“Kurikulum Pesantren Plus Tahfizh Qur’an dan Keahlian IT Terapan meliputi CorrelDraw, Adobe Fhotosop, AutoCad, Rekaman Video, Servis AC di Rumah Tahfizh Al-Maarij Sungai Limau. Kurikulum standar digunakan atau diadopsi dari Kurikulum Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan Padang Pariaman. Insya Allah dirumuskan pada 29 Maret 2020,” jelasnya.

Disebutkan juga bahwa Rumah Tahfizh Al-Qur’an melakukan pencanangan Kampung Al-Qur’an pada 25 Maret 2019 di Rumah Tahfizh Al-Ma’arij Sungai Limau Padang Pariaman. Untuk itu, ucapan selamat datang dari berbagai pihak. Dari Pemkab Padang Pariaman Ali Mukhni dan Wabup Suhatri Bur ucapan itu juga menyambut kedatangan rombongan Moh. Chairul Zaki bin Misbah dari Malaysia.

“Memang, perjalanan masih jauh menuju Kampung Al-Quran dimana masyarakat dan remaja lebih dekat dengan Al-Quran, mempelajari isinya untuk diamalkan. Namun, kita terus tanpa henti, isya allah sampai tujuan,” ucapnya.

Rumah Tahfizh Al-Qur’an dan mesjid-mesjid juga diaktifkan dalam kegiatan remaja diharapkan dapat membantu mengatasi masalah remaja yang terjerumus pada narkoba.

“Salah satu solusi bagi kondisi 24 persen remaja kita terpapar narkoba adalah, aktifkan  kembali kegiatan remaja mesjid dan biayai aktivitas remaja kita dengan dana/kas mesjid,” kata Amir Azli. (inyiak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *