Di Ibukota dan Berbagai Penjuru Nusantara Dukung Maymuspi

JAKARTA, Suara Minang – Dari berbagai penjuru Nusantara dukung Maymuspi. Antuis masyarakat ternyata tidak hanya di ibukota namun di hampir semua wilayah memberikan dukungan agar Maymuspi maju dan berhasil pada pilkada Padang Pariaman 2020.

Dari dari Medan urang awak sudah sepakat memberikan semangat dukungan untuk keberhasilan Maymuspi. Lalu, dari NTT di wilayah Timur telepon berdering dan sejumlah organisasi daerah (IK) Piaman memberikan semangat dan harapan bagi keberhasilan Maymuspi hadapi pilkada tersebut.

“Alhamdulillah, semangat terus membara atas berdatangannya dukungan dari dunsanak awak yang merantau di berbagai wilayah. Sebelumnya saat berkunjung ke Medan saat alek sanak alumni 1982 SMAN 1 Pariaman berkesempatan bertemu dengan PKDP Medan meluap dukungan dunsanak awak disana agar maju terus dan menanginginkan keberhasil. Tadi sore berdering telepon ternyata dari sanak awak di NTT. Kemarin juga IK dari Sungai Sariak dan IK Korong Pilubang Lubuk Alung, bertemu dan mereka menyatakan dukungan untuk maju dan memberikan semangat agar berhasil dalam pilkada nanti (2020),” ungkap Maymuspi kepada koran urang awak Suara Minang dalam perbincangan di Jakarta, Minggu malam (24/2/20).

Maymuspi yang lengkapnya AKBP Maymuspi, SE MM Panungkek Dt Maruhun Basa berada di Jakarta sejak Jumat (21/2) malam dan kembali ke Padang Senin (24/2) pagi ini menyatakan puas dalam kunjungan dua hari di ibukota mendapat sambutan antusias urang awak terutama asal Piaman Laweh. Siang Minggu itu Maymuspi berada di tengah organisasi Ikatan Keluarga Korong Pilubang (IPPIL) Kenagarian Katapiang Kecamatan Lubuk Alung dan diminta memberikan sambutan.

“Saya berterima kasih atas antusias sanak awak dari Pilubang mengundang untuk hadir pada acara IK Korong Pilubang di Taman Mini Indonesia Indah. Undangan ini karena keakraban saya dengan sanak awak di Pilubang Katapiang yang dipimpin Ketua Hasanudin Ayun. Tidak ada kata lebih indah lagi selain puas bersama mereka,” ujar Maymuspi yang selalu disapa di masyarakat dengan sebutan khas Epi Karuik.

Kenapa disapa Epi Karuik, ia menjelaskan dengan lugas sewaktu memberikan sambutan singkat di pondok baselo Lubuak Batuang, Jakarta Pusat pada Sabtu malam Minggu kemarin. “Rambut saya ini keriting seperti berkerut. Kalau panjang kelihatan keritingnya, jadi waktu kecil saya dipanggil Epi Karuik, ternyata menjadi panggilan akrab sampai sekarang,” jelasnya.

Pada Minggu (23/2) kemarin Epi Karuik juga sempat bertemu dengan IK Sungai Sariak di Langkisau Jalan Pemda Rawa Mangun, Jakarta Timur. “Di Langkisau saya diskusi sama perantau VII Koto Sungai Sariak. Banyak hal tentang ranah dan rantau dibicarakan cuma waktu kasib karena saya harus juga hadir di IK Pilubang Katapiang. Intinya sanak perantau Sungai Sariak memberikan aspirasi akan menghimbau sanak di ranah untuk mendukung,” terang Epi Karuik.

Bahkan, kepuasan itu tambahnya lebih lagi tatkala tiba-tiba telepon berdering dari dusanak awak di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka di sana, kata Maymuspi dengan bersemangat melalui telpon menyatakan mendukung sekali untuk keberhasilan di pilkada ini.

”Ketuanya Pak Yurnalis asal Kudu (V Koto Timur) yang rumahnya di samping Kantor Walinagari Kudu telpon padahal lagi ikuti acara juga di Taman Mini, beliau dari Kupang, NTT menyatakan dukungan agar maju terus hingga berhasil pada pilkada nanti (2020). Bahkan disebutkan akan menghimbau keluarga agar mendukung saya,” cetusnya.

Karena harus segera kembali ke Padang, Maymuspi yang juga berkunjung ke IK Limkos Cipulir, Jakarta Selatan bersama Ketua MAJ Asri Dewi, tak bisa bicara lebih banyak lagi. “Mohon izin untuk dunsanak di ibukota yang telah antusias memberikan sambutannya. Mudah-mudahan berhasil dalam usaha dan pekerjaannya masing-masing,” do’a Maymuspi. (inyiak)

Maymuspi Mendapat Sambutan di Pondok Baselo Lubuak Batuang Jakarta

JAKARTA, Suara Minang – Balon Bupati Padang Pariaman Maymuspi yang lebih dikenal dengan Epi Karuik mendapat sambutan luar biasa di Pondok Baselo Lubuak Batuang, Jakarta Pusat. Suasana bertambah meriah saat kedatangan Andrian Adek yang juga balon bupati menyambut Maymuspi di rumah makan bersuasana musik khas Minang tersebut.

“Selamat datang Uda Epi, calon bupati Padang Pariaman,” ungkap pembawa acara di Pondok Baselo Lubuak Batuang yang tengah melantunkan lagu-lagu Minang di malam Minggu yang ramai dikunjungi khususnya urang awak dari berbagai wilayah di Jabodetabek.

Maymuspi lengkapnya AKBP Maymuspi, SE MM Panungkek Dt Maruhun Basa datang bersama rombongan didampingi Ketua Umum Macan Asia Jaya Asri Dewi Koto dan beberapa pengurus ormas tersebut, duduk persis di meja depan panggung musik rumah makan urang awak, yang khas dengan lantunan musik Minang. Di meja tersebut juga di isi oleh pengunjung lain diantaranya juga datang dari kampung diantaranya salah seorang mantan anggota DPRD Piaman Ramadi asal Sungai Sirah Pilubang, Sungai Limau. Di tengah suasana ramai itu keduanya sempat terlibat pembicaraan.

“Pi ndak manyangko lo sambutan dari dunsanak awak nan luar biaso di Lubuak Batuang iko doh. Alhamdulillah, ternyata banyak yang kenal hanya karena selama ini tidak pernah bertemu, di Pondok Baselo ini rekan, dunsanak itu semua kembali ingat,” kata Maymuspi kepada korang urang awak, Suara Minang pada acara Sabtu (22/2/20) malam tersebut.

Maymuspi pun didaulat Andrian Adek ikut melantunkan lagu-lagu favorit di pondok baselo memeriahkan suasana malam minggu meskipun di luar suasana hujan deras menyelimuti metropolitan ibukota Jakarta. Berdua mereka menyanyikan lagu-lagu daerah yang mendapat sambuatan tak henti dari pengunjung yang umumnya urang awak.

Sebelumnya Epi karuik diminta ke panggung dan ia menyapa sembari memperkenalkan diri kepada dunsanak awak di ibukota yang datang dari berbagai wilayah di Jaboderabek.

“Apo hadirin malam nan berbahagia ko umumnyo urang awak, dan langsung dibalas iyo oleh pengunjung. Kalau begitu baiklah, ambo berasal dari Kampung Dalam, menempuh pendidikan sejak dari bangku SD, SMP dan SMA di kampuang dan selama ini bertugas di Kepolisian RI. Terima kasih atas kesempatan nan manambah silaturahim kito sasamo urang awak di rantau,” ucapnya di dampingi Adek yang sudah lebih dahulu mengenalkan diri pada pengunjung.

Setelah memperkenalkan diri dalam bahasa Minang secara singkat, Epi Karuik bersama Adek berduet menghibur pengunjung dengan sejumlah lagu Minang hingga akhirnya dilanjutkan seorang penyanyi dekade 70-80 dengan lagu-lagu nostalgia masa itu.

“Terima kasih, saya sangat berbahagia malam ini bersama dunsanak dirantau,” ucap Epi Karuik sembari pamit dari tempat acara.

Andrian Adek yang dipanggil adinda oleh Epi Karuik diawal acara di panggung juga menyatakan bahwa mereka berdua masing-masing dari Polri dan TNI sama berniat membangun kampung halaman.
“Kami berdua, uda Epi dari Polri, ambo dari TNI maju dalam pilkada nanti. Mudah-mudahan kampung kita maju dengan kepemimpinan nanti,” kata Andrian.

Asri Dewi mengatakan, Epi Karuik atau Maymuspi dikenal luas di kampung yang selama ini banyak bekecimpung di tengah masyarakat di Padang Pariaman, baik dibidang olah raga maupun organisasi sosial lain seperti buru babi di samping menjalankan tugasnya sebagai pengayom masyarakat di Polri.

“Dulu Uda Epi pelatih kami di olah raga bola voli, membawa tim Padang Pariaman ke Jakarta. Tidak itu saja, beliau juga banyak membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan di kampung. Sampai sekarang pun masih memimpin organisasi olah raga dan buru bagi di kampung,” ujarnya saat menuju mobil hendak pulang dari Pondok Baselo.

Epi Karuik dan Andrian bersalaman juga bersama pengunjung lain yang melepas rombongan dari tempat acara khas Minang ini. “Awak ingat uda Epi, memang sudah lama sekali tidak pernah bertemu,” kata seorang pengunjung sambil bersalam sama Epi Karuik. (Inyiak)

Perkuat Kolaborasi Alumni dan Almamater, Unand Siap Ciptakan Lulusan Unggulan

JAKARTA, Suara Minang – Universitas Andalas Padang saat ini sudah menjadi lebih baik, terus berbenah dan memperkuat kolaborasi antara alumni dengan almamater untuk menciptakan lulusan perguruan tinggi yang unggul.

Rektor Unand Prof Yuliandri yang berbicara pada acara pengukuhan kepengurusan Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) Jabodetabek periode 2019 – 2023 sekaligus merespon masukan dari para senior khususnya Syahrul Ujud dan Ketua Umum IKA Unand Azman Abnur mengatakan, pengukuhan IKA Unand ini adalah momentum untuk membangun lebih kuat kolaborasi almamater dan alumni serta dengan berbagai pihak. Langkah ini sudah menjadi keharusan agar menjadi perguruan tinggi yang kuat, maka lulusan yang unggul akan membawa Unand dapat mewujudkan mottonya, untuk kejayaan bangsa.

“Momentum hari (pengukuhan IKA Unand Jabodetabek) ini, harapan kami bagaimana kampus berkolaborasi dengan almamater sehingga bersinergi menciptakan lulusan unggulan,” kata Rektor yang sebelum berbicara didaulat panitia membacakan puisi ‘Diponegoro’ karya Khairil Anwar.

Pada kesempatan itu, ia membeberkan perkembangan dan prestasi Unand yang mengalami peningkatan dan terus dipacu untuk posisi yang lebih baik lagi secara nasional.

“Unand hari ini lebih baik dari sebelumnya, termasuk 11 perguruan tinggi terbaik di Indonesia, khusus dibidang penelitian berada pada posisi ke-4 nasional. Ini tantangan untuk meningkatkannya ke depan,” ujarnya.

Diakui, untuk perkembangkan perguruan tinggi, maka almamater memerlukan peran alumni dan semestinya almamater banyak berkolaborasi dengan berbagai pihak terutama dengan alumni.

“Dengan kondisi hari ini (sudah lebih baik), menjadi tanggung jawab kita bersama memajukan Unand, memperbaharui komitmen kita bersama, sehingga sesuai motto, untuk kejayaan bangsa Unand dibangun,” kata Rektor.

Sebagai perguruan tinggi tertua kedua di luar Jawa sesudah Unhas Makassar yang lebih dahulu diresmikan hanya beberapa hari saja, Unand mengembangkan diri mengikuti kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

“Kemarin, perguruan tinggi balik lagi ke Dirjen Dikti (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi). Menteri (Dikbud) sudah mengeluarkan kebijakan, momentumnya berkaitan dengan istilah menteri yakni, merdeka belajar, maka kampus harus merdeka, bisa mengembangkan diri, dan otonom dengan segala perkembangan.”

“Dengan perkembangan ini, kita harus bijak. Kita punya program ke depan disesuaikan dukungan alumni. Kebijakan Mendikbud, membangun kerjasama dengan banyak pihak di luar kampus. Semisal, didorong agar mahasiswa bisa belajar di luar kampus,” jelasnya.

Dalam kaitan membangun kolaborasi, Rektor meminta agar alumni ikut memperhatikan dan menampung lulusan yang masih dalam membidik lapangan pekerjaan maupun usaha serta di instansi pemerintah dan swasta maupun BUMN.

“Kita musti mewujudkan Unand menjadi PTN BH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum), ini ditata kembali,” ujar Rektor.

Ada pesan dari Ketua Umum IKA Unand Azman Abnur yang juga membaca puisi Merah putih sebelum memberikan sambutan. Ia menekankan perlunya kolabarorasi alamamater dengan alumni agar Unand menjadi kuat karena perguruan tinggi yang kuat antara lain ditandai kolaborasi almamater dan alumni perguruan tinggi tersebut. Alumni Unand semakin tumbuh dan berkembang di berbagai kota di Indonesia.

“Terima kasih atas alumni yang membentuk organisasi ini di kota-kota di seluruh Indonesia. Alumni ini sekarang menjadi faktor penilai perguruan tinggi yang berhasil atau tidak. Outcomenya, prestasi alumni sebagai tolok ukur keberhasilan. Jika sudah bisa menyatukan, nasional dan manca negara, ini kekuatan untuk mencapai keberhasilan. Kalau alumninya bercerai berai, ini tidak bisa menjadsi ukuran. Oleh karena itu, DPP IKA Unand mendorong lahirnya IKA-IKA secara terus menerus,” paparnya.

Syahrul Ujud yang membacakan sajak Tentang Cinta menjelaskan Unand dibangun ditengah masyarakat Minangkabau adalah untuk mencetak kader yang akan membawa kejayaan bangsa, bersamaan dengan Universitas Hasanuddin Makassar (Sulsel). Keduanya diresmikan hanya beda dua hari, Makassar didahulukan diminta oleh Bung Hatta (Mohammad Hatta).

“Minangkabau adalah pijakan bagi Nusantara, oleh Harun Zain dibangunlah Unand, diresmikan pada 13 September 1955. Sewaktu akan diresmikan, Pak Yamin minta ke Padang dulu, baru setelah itu ke Makassar tetapi dijawab Hatta, tidak. Kita ke Makassar dulu baru ka kampuang waang. Ia tidak menonjolkan daerahnya (Minangkabau). Maka, Unand diresmikan dua hari setelah Unhas,” ujarnya menirukan ucapan Founding Father Bung Hatta.

Syahriul Ujud yang mantan walikota Padang juga menyebutkan ada empat nasional menjadi catatan dunia. Ada tradisi kepemimpinan yang melahirkan tokoh besar. Secara nasional ada empat tokoh nasional yang berpengaruhi dan diakui dunia.

“Bung Karno, Bung Hatta, Syahrir dan Tan Malaka, ini diakui dunia. Ini (perjuangan dan kepemimpinnya) tradisi yang hrs diteruskan,” pesannya.

Di sisi lain Syahrul mengakui terjadi pasang surut dalam percaturan nasional anak Minangkabau namun tidak selamanya demikian. “Ada pasang surut, pasang naik peranan Minang, termasuk Unand mengalami pasang surut. Tapi, ada saatnya lagi, tak usah berkecil hati nanti saatnya kembai naik (maka berjuanglah),” katanya.

Disisi lain, Ketua Panitia Pengukuhan IKA Unand Gina Mulyati menekankan pada peran alumni untuk kembali mempersatukan bangsa yang pernah mengalami “keretakan”, terbagi atas dua kelompok besar secara nasional akibat peristiwa politik (pemilu) tahun lalu.

“Nasionalisme dan cinta tanah air harus kita kobarkan lagi, menyatukan perpecahan… sebagai orang Minang di rantau kita jaga dan lestarikan karakter dan budi pekerti kita yang mampu mewarnai dan menguatkan karakter bangsa,” ujarnya.

Hadir juga bersama pengurus IKA Unand yang dikukuhkan, Fasli Jalal yang kini Rektor Yarsi, Raseno Arya pejabat Kemenpar, Sekjen IKA Unand Surya, pejabat eselon 1 Lemhanas, mantan Dubes RI di Meksiko, mantan anggota DPR RI Betty Sadiq Pasadigu, dan lainnya. (ika)

Hari Ini “Diambil” Tiga Anak Urang Awak dari Yayasan Kristen di Depok

JAKARTA, Suara Minang – Tiga anak urang awak yang berada di sebuah Yayasan Kristen di Depok, Jawa Barat hari ini akan ‘diambil’ dan akan diasuh oleh urang awak di rantau atau Ranah Minang.

“Sebelum kami datang, Minang Perantauan Depok sudah melobi Yayasan tersebut dan Insya Allah besok (hari ini) diambil (untuk dibawa dan kemungkinan akan ada pengasuhnya dari urang awak),” kata Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pelajar Sungai Limau (IKAPS) Jayanis yang datang ke Yayasan tersebut, Sabtu (30/11/19) sore.

Jayanis mengatakan, dari tiga anak tersebut hanya dua orang anak perempuan berada di yayasan tersebut. Seorang, anak lelaki sudah bersama ibunya kini menginap di sebuah hotel atas inisiatif  urang awak di Depok. Tiga anak dari ibunya asal Sungai Sirah, Kecamatan Sungai Limau Padang Pariaman informasinya berkembang di berbagai grup media sosial (medsos) masyarakat Minang. Banyak pihak belum mengetahui persisnya cerita bagaimana kejadian sesungguhnya anak tersebut diasuh oleh Yayasan Kristen di Depok. Belum ada informasi yang utuh di medsos.

Sementara ini, diinfomasikan bahwa anak tersebut berasal dari perkawinan urang awak dengan lelaki Papua yang beragama Kristen. Dari perkawinan itu lahir tiga anak dan perempuan urang awak tersebut berpindah agama ke Kristen alias murtad. Diketahui pula, suaminya itu seorang pelaut dan memberinya empat orang anak.

Peristiswa tragis dialami urang awak yang terlanjut murtad tersebut, karena sejak 2014 suaminya itu meninggalkannya. Akibatnya, urang awak tersebut menjadi terlantar dan tidak mempunyai biaya untuk menghidupi diri dan anak-anaknya. Anak-anak tersebut dititipkan di dua Yayasan Kristen di Depok. Seorang diantaranya, lelaki yang bersama ibunya di hotel itu, sebelumnya melarikan diri dari yayasan dan ditemukan urang awak di Pasar Pal, Depok. Sementara, urang awak itu (ibunya) pulang Kampung tapi tidak diterima keluarganya di kampuang karena dia murtad.

Jayanis mengabarkan, saat dilihat Sabtu sore itu, dua anak perempuan tengah dibawa keluar oleh pengurus Yayasan. “Kita menunggu mereka kembali dan yayasan tersebut cukup koperatif,” kata dia.

Jayanis mengatakan, diperlukan biaya agar anak-anak tersebut bisa dibawa kepada pihak yang mau mengasuh dari masyarakat Minang yang ada di rantau atau di Ranah Minang.

Diantara informasi yang berkembang menyebutkan juga menyebutkan, anak tersebut akan diambil oleh pihak yang bersedia mengasuh, antara lain Gamawan Fauzi, mantan Mendagri era Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan akan diasuh di pesantrennya di Padang.

Terkait biaya yang diperlukan untuk anak-anak tersebut dalam upaya mengembilnya dari Yayasan Kristen tersebut, sudah terkumpul dana di IKM dan sudah pula dilakukan “badoncek” di DPP KPDP dan akan diserahkan kepada pihak yang mengurusnya.

Dari informasi di grup medsos diketahui bahwa DPP PKDP bandoncek mengumpulkan biaya melalui “Donasi untuk  keluarga Niko.” Dana itu akan digunakan untuk  biaya hidup/pekerjaan dari ibunya Niko, sekolah/pesantren untuk Niko dan kakaknya, pengambilan kakak dan adik Niko dari Yayasan Kristen, biaya kompensasi penitipan di yayasan tersebut dan biaya bagi pendampingan dari lawyer pendamping, serta biaya lain yang kemungkinan diperlukan.(irat)

Epi Karuik: Tetap Satu Piaman Jangan Terkotak Akibat Perbedaan Pemerintahan

JAKARTA, Suara Minang – Tokoh energik masyarakat Padang Pariaman Epi Karuik mengemukakan Piaman sebagai satu kesatuan adat dan budaya yang menjadi dasar persatuan dan kekuatan masyarakatnya agar tetap utuh, tidak terkotak-kotak oleh perbedaan wilayah pemerintahan kabupaten dan kota.

Epi Karuik atau lengkapnya Kompol Maymuspi, SE.MM Panungkek Datuak Maruhun Basa mengemukakan hal itu dari Piaman dalam percakapan per telepon dengan Suara Minang,  Jakarta, Sabtu (2/11).  Percapakan itu diawali pertandingan sepak bola antar nagari di Balah Aia Utara, Kecamatan VII Koto yang final Jumat, kemarin.

“Kalau disebut keinginan, tidak ada yang lain hanya ingin Piaman ini tetap satu dan utuh dalam kesatuan adat dan budaya sebagaimana selama ini. Tidak ada kota dan kabupaten meskipun hal itu tidak pula bisa dipungkiri sebagai implikasi dari perkembangan dan pemekaran wilayah pemerintahan. Namun, sebagai kesatuan adat dan budaya kota dan kabupaten tidak dapat dipisahkan. Kondisi ini perlu disadari dalam menjaga persatuan kita di Piaman,” kata Epi Karuik sedikit membeberkan perkembangan masyarakat yang berada di pinggir pantai barat Pulau Sumatera, diawal percakapan tersebut.

Pada Jumat (1/11) sore Epi Karuik sebagai ketua PSSI Padang Pariaman memberikan sambutan penutupan Turnamen Terbuka Sepakbola Antar Nagari di Balah Ale Utara, Kecamatan VII Kota Sungai Sariak. Dalam sambutan itu, ujarnya tetap dikemukaakn perlunya persatuan bagi masyarakat Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman.

“Kabupaten dan kota di Piaman itu satu kesatuan yang tidak terpisahkan sehingga semua pihak diharapkan sekali menyadarinya agar adat Piaman tetap menjadi perekat anak Piaman di mana saja, termasuk di rantau yang dikuatnya dengan organisasi PKDP (Persatuan Keluarga Daerah Piaman). Karena itu, mari kita sama menjaga keutuhan masyarakat Piaman yang dikenal kuat dengan adatnya,” ujarnya.

Dalam kaitan itu, Panungkek Datuak Maruhun Basa menjelaskan perkembangan yang terjadi ditengah masyarakat sebagai dampak narkoba, teknologi yang perlu mendapat perhatian dari unsur pimpinan adat, tungku tigo sajarangan yaitu niniak mamak, alim ulama dan cadiak pandai.

“Ketiga unsur tungku tigo sajarangan ini sangat menentukan perkembangan adat kita yang diwariskan kepada generasi muda. Anak-anak harus secara kontinyu mendapat pelajaran dan contoh yang baik dari tungku tigo sajarangan. Adat kita seperti itu dulu, ingat kan waktu kecil kita selalu mendapat perhatian dari mamak, tuangku, guru dan urang tuo di kampung,” kata Epi mengingat masa lalu yang penuh perhatian dari orang tua yang saling mengingtkan.

Dalam perkembangan sekarang, kata Epi anak-anak dari generasi muda atau generasi milenial kurang mendapat perhatian dari unsur tungku tigo sajarangan yang sudah banyak terpengaruh. Yaitu, sebagai dampak pekerjaan atau usaha, perubahan-perubahan secara nasional yang berdampak pada kepemimpinan sehingga akibatnya banyak anak mudah terpengaruh narkoba dan penggunaan gudjed yang bisa disalahgunakan.

“Jadi, memang tidak sepenuhnya kelemahan itu terletak pada pimpinan (tungku tigo sajarangan) karena perkembangan dalam masyarakat kita, tetapi peran pimpinan itu seharusnya dikembalikan agar generasi milenial ini tetap berpegang pada prinsip-prinsip adat dan agama kita,” tandasnya.

Terkotaknya masyarakat dalam kesatuan wilayah pemerintahan, kabupaten dan kota, menurut calon bupati yang mendapta dukungan kuat masyarakat dari berbagai daerah di Piaman, tidak ada masalah. Pemerintahan kota dan kabupaten bisa saling mengisi bahkan berbagi pengalaman dari menyatukan Piaman Laweh ini.

“Kenapa tidak bisa, pemerintah kota dan kabupaten bisa saling berbagi, bermusyawarah untuk pemerintahan yang akan diterapkan di masing-masing wilayah. Bahkan jika sistem ini dilakukan percayalah, Piaman akan menjadi daerah yang bakal mendapat perhatian dari orang, dari daerah lain juga. Ini sebernarnya yang harus dijalankan oleh pemerintah dari kedua wilayah yang satu kesatuan masyarakat dari adat atau sosial budaya ini,” terangnya.

Kembali pada kegiatannya dalam acara penutupkan Turnamen Terbuka antar nagari di Balah Aie Utara, Epi mengatakan final dimenangkan oleh kesebelasan tuan rumah Balah Aia Utara yang menumbangkan kesebelasan Sei Sariak. “Dalam olah raga ini, tetap yang penting adalah persatuan sehingga kesebelasan itu menjadi kuat,” kata Epi Karuik. (Inyiak)