Surat Al Quran Bacaan Rasulullah Saw Saat Shalat Sunah Fajar

Tausiyah Singkat Lima Menit (TASLIM)

Oleh: Yobana Samial
Lembaga Surau Indonesia

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
اَلسَّــلاَمُ عَـلَـيْـكُمْ وَرَحْـمَـةُ اللَّهِ وَبَـرَكَاتُـهُ

Rasulullah Saw sangat menjaga dua raka’at shalat sunah fajar, karena keutamaannya, sebagaimana dari Aisyah Ra, dari Nabi Saw beliau bersabda: “Dua raka’at fajar lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” (HR Muslim: 725).

Hadits di atas menjelaskan dasyatnya keutamaan shalat sunah fajar, sehingga timbul keingintahuan kita, yaitu surat Al Qur’an apakah yang dibaca Rasulullah Saw? Beberapa hadits menjelaskan bahwa pada shalat fajar Rasulullah lebih sering membaca surat Al Ikhlas dan Al Kafirun. Sebagaimana dari Abu Hurairah Ra, bahwasanya Rasulullah Saw membaca Qul yaa ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun) dan Qul huwallaahu ahad (surat Al Ikhlas) saat dua raka’at fajar.” (HR Muslim: 726).

Namun, dalam hadits lain disebutkan bahwasanya sekali-kali beliau membaca bagian (ayat) dari surat Al Baqarah dan Ali Imran.
Hadits di atas menjelaskan tentang keutamaan membaca surat Al Kafirun dan Al Ikhlas.

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat, aamiin.
(Sumber: Buku Riyadhus Shalihin & Penjelasannya oleh Imam An-Nawawi, hal: 687-688, Penerbit: Ummul Qura).

Penekanan Dua Raka’at Sunah Shubuh

Tausiyah Singkat Lima Menit (TASLIM)

Oleh: Yobana Samial
(Lembaga Surau Indonesia)

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
اَلسَّــلاَمُ عَـلَـيْـكُمْ وَرَحْـمَـةُ اللَّهِ وَبَـرَكَاتُـهُ

Dari Aisyah Ra., bahwa Nabi Saw. tidak pernah meninggalkan shalat sunah empat raka’at sebelum Zhuhur dan dua raka’at sebelum shalat Shubuh.” (HR. Bukhari: 1182).

Hadits ini menjelaskan, bahwa Rasulullah Saw sangat menjaga dua raka’at sebelum shalat shubuh, sebagaimana dari Aisyah Ra, ia berkata: “Tidak ada shalat sunah yang lebih Nabi Saw jaga dari pada dua raka’at Fajar.”
(Muttafaq ‘Alaih).

Ada apa dengan dua raka’at shalat sunah Fajar itu? Karena besarnya pahala dari shalat Fajar itu, sebagaimana dari Aisyah Ra., dari Nabi Saw. beliau bersabda: “Dua raka’at Fajar lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” (HR Muslim: 725).

Dalam riwayat lain disebutkan: “Kedua raka’at itu lebih aku sukai dari pada dunia seluruhnya.”

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat, aamiin.
(Sumber: Buku Riyadhus Shalihin & Penjelasannya, Karangan Imam An-Nawawi, hal: 685-686, Penerbit: Ummul Qura).

Shalat Sunat antara Azan dan Iqamat

Tausiyah Singkat Lima Menit (TASLIM)

Oleh: Yobana Samial
(Lembaga Surau Indonesia)

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
اَلسَّــلاَمُ عَـلَـيْـكُمْ وَرَحْـمَـةُ اللَّهِ وَبَـرَكَاتُـهُ

Seorang muslim sangat dianjurkan mendirikan shalat sunah rawatib sebanyak dua belas raka’at (sunah mu’akadah). Shalat sunah yang dimaksud, sebagaimana dari Ibnu Umar Ra, ia berkata: “Aku pernah shalat bersama Rasulullah Saw dua raka’at sebelum shalat Zuhur, dua raka’at sesudah shalat Zuhur, dua raka’at sesudah shalat Jum’at, dua raka’at sesudah shalat Maghrib, dan dua raka’at sesudah shalat Isya’. (Muttafaq “Alaih).

Bilangan raka’at dalam hadits di atas berjumlah sepuluh. Menjadi dua belas raka’at dengan dua raka’at shalat sunah fajar. Hadits ini tidak menyebutkan dua raka’at fajar, karena telah disebutkan pada hadits shahih lainnya.

Bagaimana dengan shalat sunah dua raka’at sebelum shalat Asyar, Maghrib, Isya dan malahan dua raka’at sebelum shalat Jum’at? Pada tulisan sebelumnya penulis menyebutkan: “Bahwa memang kita menemui umat melakukannya, tetapi berdasarkan referensi buku ini, hal itu bukan lah dalam rangka shalat sunah rawatib tetapi shalat sunah lainnya, seperti tahiyatul mesjid, wudhu’ dan lainnya. Seandainya, ada yang menyebutkan itu shalat sunah rawatib, berarti ada pemahaman lain (ada dalilnya).”

Maka, melalui TASLIM ini disampaikan dengan buku referensi yang sama (lihat halaman 684-685) ditemui dalil untuk melakukannya. Namun tidak terlalu dianjurkan, sebagaimana dari Abdullah bin Mughaffal Ra, ia berkata: “Rasulullah Saw bersabda:

“Antara dua azan ada shalat (sunah). Antara dua azan ada shalat (sunah). Antara dua azan ada shalat (sunah).” Pada ucapan ketiga kalinya beliau menambahkan: “Bagi yang mau.”
(Muttafaq Alaih).

Dua azan, maksudnya azan dan iqamah.

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat, aamiin.
(Sumber: Buku Riyadhus Shalihin & Penjelasannya, Karangan Imam An-Nawawi, hal: 684-685, Penerbit: Ummul Qura).

Perlu Shalat Sunat Rawatib

Tausiyah Singkat Lima Menit (TASLIM)

 

Oleh: Yobana Samial

(Lembaga Surau Indonesia)

 

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

اَلسَّــلاَمُ عَـلَـيْـكُمْ وَرَحْـمَـةُ اللَّهِ  وَبَـرَكَاتُـهُ

 

Dari Ummul Mu’minin, Ummu Habibah Ramlah binti Abi Sufyan Ra, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda:

“Tidaklah seorang muslim mendirikan shalat sunah ikhlas karena Allah sebanyak dua belas raka’at selain shalat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga atau dengan redaksi lain- melainkan akan dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR  Muslim: 728).

Apa perlunya kita melakukan shalat sunah rawatib? Tentu catatan pahala bagi yang melakukannya dan pada bagian akhir hadits di atas, Allah menjanjikan rumah di surga.

Selain yang disampaikan di atas terdapat hikmah lain, yaitu:

— 2 rakaat sebelum shalat fardhu dapat mengawali latihan menuju kekhusukan, agar  menjadikan jiwa siap sepenuhnya ketika melakukan shalat fardhu. Dan bukankah shalat butuh kekhusukkan? Hal yang wajar, ketika manusia disibukkan urusan duniawi, sehingga kemampuan manusia dengan khusuk secara lansung tidak bisa, maka  dua raka’at sebelum shalat fardhu dapat dijadikan latihan kekhusukkan itu.

— 2 rakaat sesudah shalat fardhu dapat menjadi penambal kekurangan- kekurangan dalam shalat fardhu.

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat, aamiin.

(Sumber: Buku  Riyadhus Shalihin & Penjelasannya, Karangan Imam An-Nawawi, hal: 680-681, Penerbit : Ummul Qura).

Shalat Sunat Rawatib

Tausiyah Singkat Lima Menit (TASLIM)

Oleh: Yobana Samial
(Lembaga Surau Indonesia)

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
اَلسَّــلاَمُ عَـلَـيْـكُمْ وَرَحْـمَـةُ اللَّهِ وَبَـرَكَاتُـهُ

Dari Ummul Mu’minin, Ummu Habibah Ramlah binti Abi Sufyan Ra, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Tidaklah seorang muslim mendirikan shalat sunah ikhlas karena Allah sebanyak dua belas raka’at selain shalat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga atau dengan redaksi lain – melainkan akan dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR Muslim: 728).

Hadits ini menjelaskan anjuran melaksanakan shalat sunah dan menekuni bilangan raka’at yang telah disebutkan setiap harinya. Shalat sunah yang dimaksud, sebagaimana dari Ibnu Umar Ra, ia berkata: “Aku pernah shalat bersama Rasulullah Saw dua raka’at sebelum shalat Zuhur, dua raka’at sesudah shalat Zuhur, dua raka’at sesudah shalat Jum’at, dua raka’at sesudah shalat Maghrib, dan dua raka’at sesudah shalat Isya’. (Muttafaq “Alaih).

Bilangan raka’at dalam hadits di atas berjumlah sepuluh. Menjadi dua belas raka’at dengan dua raka’at shalat sunah fajar (dua sebelum shalat Shubuh). Hadits ini tidak menyebutkan dua raka’at fajar, karena telah disebutkan pada hadits shahih lainnya.

Bagaimana dengan shalat sunah dua raka’at sebelum shalat Asyar, Maghrib, Isya dan malahan dua raka’at sebelum shalat Jum’at? Memang kita menemui ummat melakukannya, tetapi berdasarkan referensi buku ini, itu bukanlah dalam rangka shalat sunah rawatip tetapi shalat sunah lainnya, seperti tahyatul mesjid, wudhu’ dan lainnya. Seandainya, ada yang menyebutkan itu adalah shalat sunah rawatip, berarti ada pemahaman lain (mungkin ada dalilnya).

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat, aamiin.
(Sumber: Buku Riyadhus Shalihin & Penjelasannya, Karangan Imam An-Nawawi, hal: 680-681, Penerbit : Ummul Qura).